Kamis, 20 Agustus 2009

Sebuah Catatan

Burung-burung menuliskannya pada setiap tanah dimana kakinya berpijak dan mengorek keterangan tentang seberapa jauh harapan setiap penghuni alam harapan. Panas bumi ini cuma tirai tipis dari kelangsungan sangkar yang sebenarnya abadi di alam sana.
Ada angin membawa buntalan kumal berisi penuh kertas-kertas, dibagikan pada semua yang terjamah. Maka catatkan disitu apa yang sudah kau jalani pada misteri takdirmu.
Kemudian embun turun terburu-buru dikejar sinar matahari, untuk menyampaikan kabar heboh dari dunia luar kepada daun. Ada daun menegaskan sikapnya dengan hijaunya, adapun yang gugur jatuh oleh keharusan takdir.
Air nangis,
Api marah,
Tanah resah,
Batu bisu,
Dan hayat berkata-kata
Biarkan takdir berjalan menjalani takdir demi sampai pada hakekat sang takdir...