Senin, 30 November 2009

takluk

ketika menaklukan sebuah gunung

atas sepinya

atas anggunnya

dan aku berada di jantungnya

atas detaknya

atas ruhnya



sepi menjadi milikmu dan aku

pada ruang

pada sisi

lelahku tertidur mata malam

pada nalar

pada entah



biola berlagu tarian bulan

seperti bimasakti

seperti multidimensi

jiwaku melayang bersama angin

seperti embun

seperti ombak



berdiri sendiri lalu lari pergi

dan pemahaman tentang penaklukan

tunduk dalam kekuasaan nurani

Sabtu, 28 November 2009

kusebut jalan selipan

jalan itu masih seperti dulu
jalan itu masih bernafas
jalan itu masih dilewati
saat hujan berkunjung, becek dan berlumpur
saat panas keras dan berdebu
jalan pintas penghubung dua kampung
nasibnya tak dihiraukan peradaban
kepala desaku bilang
"tak usah diurusi itu jalan
toh hanya pedagang kampung seberang
yang lewat dan berlalu lalang"

sedang kepala desa seberang berpendapat
jalan itu bukan masuk dalam wilayahnya
jadi buat apa buang anggaran untuknya

sementara aku sendiri terus terusik miris
karena jalan itu berujung belokan di depan rumah
karena jendela rumahku semakin dekat dari jalan itu
karena bapakku memajukan ruang tamu
memangkas sebagian halaman
memasang jendela kaca lebar-lebar

jalan itu selalu sama keadaannya
ketika aku bangun membuka gordin jendela
hingga menutupnya sebelum malam masuk

jalan tanpa kekasih
jalan kesepian ketika ramai
jalan tersisih
jalan tanpa pamrih
jalan becek
jalan berlumpur
jalan rumput liar
jalan beku

jalan tanpa pengasuh
jalan kedinginan saat panas
jalan terasing
jalan kepasrahan
jalan kering
jalan berdebu
jalan kucing liar
jalan gersang

jalan yang berjalan dengan jalannya sendiri

Senin, 23 November 2009

Ketika Cinta (eh.. Linux) Bertasbih

KCB memang fenomenal dikalangan penggemar film dan Novel, bahkan yang tak biasa dengan nonton atau baca novel pun dibuat penasaran. Saya sendiri belum nonton dan baca novelnya, baru denger lagunya tok. Entah apanya yg bikin orang penasaran, dengan hanya membaca judulnya "Ketika Cinta Bertasbih" Apa kata "cinta" atau "bertasbih" atau rangkaian dari kata-kata tersebut yg membuat penasaran dan menarik? Hmm.. Cerita cinta dengan nuansa Islami.
Sekarang bandingkan dengan kalimat berikut: "Ketika Linux Bertasbih"... Ini sangat luar biasa. Linux (Operating sistem) Yang bernuansa Islami "Sabily" dikembangkan (bebas) oleh relawan dengan fitur-fitur Islami. Sudah memuat banyak aplikasi yang disesuaikan dengan sebagian besar pengguna PC. Beberapa fiturnya antara lain :

  • Zekr dan Mus-haf Othman (Quran study tools)

  • Minbar dan Firefox-praytimes (aplikasi prayer times)

  • Monajat (aplikasi yang akan mengeluarkan popups prayers setiap beberapa waktu yang ditentukan)

  • Hijra (kalender islami) dan WebStrict (parental control tool)

  • Dukungan Bahasa Arab dengan baik

  • Desain grafis yang telah disesuaikan dengan nuansa Islam


dan yang menarik kita tidak harus bersusah payah untuk melakukan tindakan pembajakan dan bersusah payah pula mencari pembenaran dari pembajakan. Kalau kita masih terfokus mencari pembenaran, kapan fikiran kita dikasih kesempatan buat mikir hal-hal yg lebih bermanfaat? Disini saya bisa bilang, ternyata dengan linux saya jadi lebih maju..

Tiga Biji Kakau (surat buat nek Minah)

tiga biji kakau dibudidayakan sang nenek..
haha.. cepat sekali biji-biji itu berbuah nek?
kau panen dan kau nikmati untuk 45 hari..
sudahlah Nek
mestinya tak kau pungut yang 3 biji itu
bayaran yang terlalu murah untuk 3 generasimu
hidup dalam kemiskinan yang dikisahkan sang koruptor
terbungkam oleh bahasa Indonesiamu yang mereka curi
sudahlah Nek
sepertinya kau belum mengerti sebuah pepatah
siapa yang menanam, dialah yang menuai
55 tahun kau habiskan untuk menanam
tikus-tikus sawah tanpa kau tau turut menuai
diseret masuk kelumbung mereka
buat menggembungkan perut sekomplotan
sudahlah Nek
mereka sayang nenek
oleh mereka dipersilahkan istirahat 45 hari
oleh mereka dibuatkan sarapan dalam piring logam
bukan lagi dengan daun pisang atau jati seperti kebiasaanmu
negeri ini sudah modern kan Nek?
Tapi Nek
kenapa yang mempersilahkanmu istirahat justru menangis
mungkin karena setelah ketukan palunya
akan terdengar ketukan beberapa sepatu mengkilap sangat sibuk
memanen semua yang bisa dipanen
berebut
hingga habis
dan pada akhirnya laknatlah yang mereka panen
Tapi Nek
apa yang akan kau lakukan dalam istirahatmu itu?
pikirkan masa depan 3 biji kakau itu
bahwa dengan 3 biji, mengalahkan 3 trilyun bahkan 3 generasi
bahwa dengan 3 biji, lebih cepat dipanen
bahwa dengan 3 biji, lebih menarik dan cantik
bahwa dengan 3 biji, lebih Indah negeri ini
bahwa dengan 3 biji, lebih berkah upah mereka
bahwa dengan 3 biji, kau tolong negeri ini
atas nama hukum dan keadilan
bahwa dengan 3 biji, membuat orang yang paling tegas bisa menangis
bahwa hanya dengan 3 biji, jutaan orang tau "kau" ada...